LEADERSHIP OUTBOUND
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Late Post banget sih sebenernya,
sayang kalau cuma manteng di document :3
Late Post banget sih sebenernya,
sayang kalau cuma manteng di document :3
Grafika
Cikole
Lembang,
Bandung 26 Desember 2014
Alhamdulillah,
diberi kesempatan lagi ikut pelatihan kepemimpinan. Kali ini bareng pengurus
OSIS, MPK, dan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Cibarusah. Setelah seminggu disibukkan
oleh acara CIKOFEST tiba-tiba ada pemberitahuan dari kepala sekolah untuk ikut
acara ini.
Ada 3 Bus yang disiapkan, perjalanan
dimulai sekitar pukul 07.30 perjalanan ke Cikole rupanya tak semudah yang
dibayangkan. Walaupun sempat dihantui oleh banjir yang memang sedang banyak
terjadi di Bandung, tetapi nyatanya kita malah diganggu oleh kemacetan. Menurut
planning, sampai di tempat tujuan
sekitar pukul 11.30 dan rencananya para kaum adam akan sholat jum’at disana. Tetapi
karena waktu telah menunjukan pukul 11.00 dan sholat jum’at semakin dekat,
jarak lokasinya ternyata masih jauh jadi Sekolah berinisiatif untuk sholat di
tempat lain, dan tempat yang dipilih adalah Masjid yang berada di Universitas
Pendidikan Indonesia.
Kagum.
Ya, hal itu yang berada di fikiran saya saat memasuki kawasan orang-orang
jenius ini. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah taman-taman dengan
permadani hijau yang cantik, serta tanaman yang disusun sedemikian rupa yang
menghiasi setiap gedung yang ada disana. Selagi menunggu kaum adam sholat
Jum’at kami para kaum hawa memiliki kesempatan untuk menjelajahi sebagian isi
salah satu Universitas Terkemuka di Indonesia ini. Ada beberapa fakultas yang sempat kami lihat
dan entah mengapa saya sangat tertarik pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
yang sekarang telah berubah nama menjadi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Mungkin
karena Obsesi untuk masuk Sastra:D . Selain gedung-gedung fakultas Masjid yang
menjadi tempat kami untuk Sholat juga tak kalah megah, Masjid ini terdiri dari
3 lantai. Dan jika kita melihatnya dari lantai 2,padangan kita akan terpaku
pada ramainya jalan bumi parahyangan ini. Arsitekturnya sangat banyak terdapat
ukiran-ukiran yang cantik dan penuh warna. Di dalam masjid lantainya pun kayu
sehingga membuat siapapun betah berlama-lama disana. Setelah puas mengagumi
keindahan Universitas Pendidikan Indonesia, perjalanan pun kembali kami
lanjutkan.
Perjalanan
lama-kelamaan terasa melelahkan mungkin karena tempat tujuan belum terlihat
keberadaannya. Bandung kali itu sedang macet parah. Hampir disetiap jalan
diberlakukan sistem buka-tutup jalan yang harus mengakibatkan antrian kemacetan
yang panjang. Ini diluar ekspetasi. Bayangkan jam 3.30 sore saja kami masih
bergulat dengan kemacetan, dan kami mendengar Bus yang lain sudah berada di
lokasi karena sang supir memotong jalan. Mau Outbound jam berapa? –fikirku dalam hati. Dan kalian tau kami
datang pukul berapa? Tepat jam 4.00 sore! Sampai disana pun harus kembali
dipotong untuk makan siang yang disantap sore :D
Jejeran pohon pinus besar menyambut
kedatangan kami, sejuk dan bersih sekali udara disana. Para pemandu pun telah
siap melaksanakan pekerjaannya, setelah berganti pakaian kami pun dibariskan
dan diintruksikan untuk membuat sebuah lingkaran besar. Dan ternyata waktunya Ice breaking. Kami harus menjalankan
intruksi sesuai dengan clue yang diberikan, hal ini benar-benar menguji
konsentrasi dan kekompakan. saya pun sempat sekali mendapat hukuman:v . Langit
yang menghitam masih terlihat di balik rindangnya daun pinus yang menutupi
pandangan. Tak lama hujan rintik-rintik pun turun, tapi semua itu tak
melunturkan semangat kami. Sesi demi sesi kami ikuti, sampai kami diberikan
kupon Outbound setelah menyelesaikan
misi. Sebenarnya kami mendapat 3 kupon untuk mencoba permainan yang yang ada
tapi berhubung senja mulai berganti malam, hal yang dapat kami lakukan adalah
menaiki flying fox. Itupun harus
mengantri dengan yang lain-__- . Sialnya
saya mendapat urutan terakhir karena tak kunjung mendapat tali pengaman. Langit
sudah benar-benar berubah menjadi hitam. Giliran saya pun tiba, entah apa yang
akan terjadi ditengah sana. Saat sang guard
menyuruh saya untuk berposisi seperti orang duduk, saya pun di dorong dengan
perlahan. Dan akhirnya meluncur dengan kedua tali yang saya pegang dengan kuat
kala itu. Sungguh pengalaman yang sangat tak terlupakan. Baru pertama kali naik
flying fox, dan di kali yang pertama
ini ditemani cuaca malam yang dingin dari Bandung. J
Komentar
Posting Komentar